Sabtu, 17 Desember 2011

UJI MIKROBIOLOGI PADA BERBAGAI SUMBER AIR

Pendahuluan
Populasi mikroba di alam sangat besar dan kompleks. Beratus-ratus spesies dari berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Salah satu mikroba tersebut adalah bakteri. Bakteri memiliki tiga macam bentuk yaitu kokus (bulat atau bola), basil (batang), dan spiral (Fardiaz, 1989).
Sifat bakteri ada yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan. Dikatakan menguntungkan karena bakteri dapat melakukan proses pembusukan sampah agar tidak menumpuk, sebagai antibiotik, indikator pencemaran, dan sebagainya. Sedangkan dikatakan merugikan karena bakteri dapat menimbulkan penyakit untuk beberapa spesies. Walaupun begitu, mikroba khususnya bakteri sengaja ditumbuhkan pada sebuah medium. Medium yang digunakan adalah medium yang ketersediaan nutriennya tercukupi seperti air, karbon, energi, mineral, dan faktor tumbuh untuk pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri. Suatu bakteri dikatakan pathogen jika bakteri tersebut telah membentuk suatu koloni. Koloni didapatkan jika berada pada lingkungan buatan, sedangkan jika berada di alam konsentrasi bakteri pathogen menjadi rendah dan sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu dilakukan analisis mikrobiologi untuk mengidentifikasi bakteri pathogen.
Air yang kita gunakan untuk keperluan sehari-hari mengandung berbagai jenis mikroba (patogen dan nonpatogen) di dalamnya. Seiring dengan berkembangnya industri, penduduk dan luasnya areal pemukiman, ketersediaan akan air bersih yang layak diminum semakin langka. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menilai kelayakan / kualitas air unuk menjadi air minum adalah jenis bakteri yang terkandung di dalamnya. Pemakaian air sungai sebagai air minum masih aman digunakan asalkan mikroorganisme (bakteri) yang terkandung di dalamnya tidak bersifat patogen. Air minum yang tercemar oleh kuman dapat menyebabkan wabah penyakit usus. Ditemukannya kuman-kuman patogen dari air minum, misalnya Salmonella Tiphy, Shigella dysentriae, Vibrio Cholera, Escherichia coli merupakan bukti langsung bahwa air minum sudah tercemar kotoran manusia. Salah satu metode pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan monitoring kualitas air secara mikrobiologik sebelum dijadikan sebagai sumber air minum. Koliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air, makanan,, susu,dll. Koliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang, gram negative, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35°C. Adanya bakteri koliform di dalam minuman menunjukkan kemungkinan adanya mikroba yang bersifat enteropatogenik dan atau toksikgenik yang berbahaya bagi kesehatan. 
Keberadaan kuman-kuman patogen dalam sampel air umumnya dalam jumlah kecil dan karena sukarnya teknik pengisolasian, maka pemeriksaan bakteriologik air minum untuk mengetahui keberadaan kuman pathogen menjadi tidak praktis. Selain itu, analisis air tidak memungkinkan dapat menentukan semua jenis kuman patogen. Oleh karena itu, dilakukan suatu pendekatan dengan melakukan pemeriksaan bakteriologis terhadap keberadaan kuman komensal usus manusia, yaitu bakteri koli (koli fekal dan nonfekal) utamanya bakteri Escherichia coli sebagai indikator terjadinya pencemaran fekal. Digunakannya Escherichia coli sebagai indikator kualitas air disebabkan Escherichia coli hidup di usus manusia dan hewan dan keluar melalui tinja sehingga keberadaanya di air memperingatkan tentang kemungkinan adanya patogen lain yang berasal dari usus atau system pencernaan hewan dan manusia. Selain itu Escherichia coli juga dapat memfermentasikan laktosa dengan membentuk gas pada suhu kamar, sehingga untuk uji bekteriologik air merupakan indikator yang terpercaya.

Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air apakah sudah tercemar bakteri E. Coli  dalam air WC, air sungai, air keran, air isi ulang dan air sumur.

Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktium ini adalah tabung bertutup, rak tabung, tabung durham, cawan petri, kaca objek, kawat ose, botol semprot, mikroskop dan tisue.
Bahan yang digunakan adalah air sungai, air toilet, air sumur, air keran, media tumbuh PDA, air minum isi ulang, kristal ungu, iodin, alkohol 96%, safranin dan kaldu laktosa .
Prosedur Percobaan
1.      Uji duga (presumptive test)
Uji duga ini menggunakan 3 kelompok tabung. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 tabung dan tiap-tiap tabung reaksi pada kelompok satu, dua dan tiga berturut-turut berisi 10, 5, 5 ml medium kaldu laktosa dan tabung Durham yang telah dalam keadaan steril. Kemudian pada tiap-tiap tabung kelompok 1, 2, dan 3 ditambahkan 10, 1, 0,1 ml sampel air uji secara aseptic menggunakan pipet ukur. Selanjutnya semua tabung reaksi diinkubasi pada suhu kamar (37° C) selama 2 x 24 jam. Catatlah banyaknya tabung reaksi pada masing-masing kelompok yang bernilai positif, gunakan tabel Mc Crady untuk mengetahui nilai MPN kuman coliform tiap 100 ml sampel air uji.
2.      Uji penguat (confirmed test)
Uji penguat yaitu dipilih dari 3 kelompok tabung yang paling banyak terdapat gelembung udaranya. Kemudian digoreskan pada media PDA, lalu diinkubasi selama 24jam pada suhu 37° C. Warna hijau metalik menunjukan terdapatnya bakteri E. Coli.
3.      Uji pelengkap (completed test)
Jika pada uji penguat menujukkan hasil positif maka dilakukan pewarnaan gram. Bagian hijau metalik digoreskan pada gelas preparat, diteteskan kristal ungu dan rendam selama 1 menit, bilas dengan aquades dan kering udarakan. Teteskan iodin rendam 1 menit bilas lagi dengan aquades dan keringkan. Cuci dengan alkohol 96% rendam 30 detik keringkan, teteskan safranin rendam 30 detik bilas dengan aquades dan keringkan. Kemudian diamati di bawah mikroskop.
Data dan Hasil Pengamatan
1.      Uji Duga
Tabel 1 Hasil Pengamatan Uji Duga
Sumber Air
Nilai MPN
Air Sungai
11
Air Toilet
11
Air Minum Isi Ulang
11
Air Keran
11
Air Sumur
11

2.      Uji Penguat
Tabel 2 Hasil Pengamatan Uji Penguat
Sumber Air
Hasil Uji Penguat
Gambar
Air sungai
+
Foto 0391.jpg
Air toilet
+

Air minum isi ulang
-
-
Air sumur
-
-
Air keran
-
-


3.      Uji Pelengkap
Foto 0393.jpg
Gambar 1 Hasil Pewarnaan Gram Air Sungai
Foto 0394.jpg
Gambar 2 Hasil Pewarnaan Gram Air Toilet

Pembahasan
Uji mikrobiologi air dapat dianalisis berdasarkan organisme penunjuk/indicator organism. Syarat organisme indikator antara lain yaitu, terdapat pada air yang tercemar, mempunyai kemampuan bertahan hidup yang lebih besar dari pathogen, terdapat dalam jumlah yang lebih banyak daripada pathogen, dan mudah dideteksi dengan teknik laboratorium yang sederhana. Biasanya yang digunakan sebagai indikator yaitu dari jenis Escherichia coli (E. coli atau coli tinja) dikarenakan terdapat hanya dan selalu terdapat dalam tinja.
Bakteri Escherichia coli merupakan bakteri gram negatif yang tahan hidup dalam media yang kekurangan zat gizi (Rahayu, 2000). Susunan dinding sel bakteri gram negatif memiliki struktur dinding sel yang lebih kompleks daripada sel bakteri gram positif. Bakteri gram negatif mengandung sejumlah besar lipoprotein, lipopolisakarida, dan lemak (Schlegel, 1993). Adanya lapisan-lapisan tersebut mempengaruhi aktivitas kerja dari zat antibakteri. Menurut Escherich (1885), bakteri E. coli ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Famili : Enterobacteriaceae
Genus : Escherichia
Spesies : Escherichia coli.
Bakteri E. coli merupakan organisme yang normal terdapat dalam usus manusia sehingga keberadaannya bukan merupakan masalah. Namun, beberapa strain tertentu dari bakteri ini dapat menimbulkan penyakit seperti diare, muntaber, dan gangguan pencernaan lainnya. Hal ini berkaitan dengan kemampuan strain ini dalam membentuk enterotoksin yang berperan dalam mengeluarkan cairan dan elektrolit. Total E. coli terdiri dari :
1.        E. coli yang berasal dari tinja (disebut coli tinja) atau disebut juga coli fecal (baru tercemar tinja).
2.        Bakteri-bakteri lain selain E. coli (disebut coliform), seperti :Klebsiella sp., Enterobacter freundii, Aerobacter aerogenes atau disebut juga coli nonfecal (pernah tercemar tinja).
Standar analisis air untuk mengetahui bahwa air itu berkualitas baik atau tidak ada 3 tahap uji, yaitu :
1.      Uji duga (presumptive test)
Uji ini ditujukan untuk mendeteksi mikroorganisme yang dapat memfermentasi laktosa menghasilkan asam dan gas. Mikroorganisme itu kemudian diduga sebagai bakteri coliform.
2.      Uji penguat (confirmed test)
Uji ini melanjutkan tahap 1 yaitu dengan membuat piaraan agar tulang dari piaraan laktosa cair pada media agar selektif dan diferensial yaitu Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Koloni E. coli tampak berwarna hijau metalik, dan disebut sebagai koloni tipikal, tipe lain disebut atipikal.
3.      Uji lengkap (completed test)
Uji ini dilakukan pembuatan piaraan cair dalam media laktosa dari koloni tipikal pada media EMBA dengan tujuan mendeteksi mikroorganisme yang diduga E. coli untuk memfermentasi laktosa juga diamati morfologinya.
Medium EMBA merupakan medium diferensial , yaitu medium yang dapat memisahkan antar koloni bakteri yang berbeda dan digunakan sebagai media isolasi dan identifikasi. Medium ini digunakan untuk bakteri coliform (bakteri yang sebagian besar terdiri dari bakteri E. coli), yang salah satunya dapat memfermentasi laktosa, dari koloni yang berwarna biru kehitaman menjadi koloni yang berwarna hijau metalik (Marietta, 2008).
Dari semua sumber air yang digunakan air yang positif tercemar bakteri E. Coli adalah air sungai dan air toilet. Penyebab tercemarnya air sungai oleh bakteri E. Coli salah satunya adalah pembuangan limbah rumah tangga ke sungai atau banya orang yang buang air besar di sungai.
Simpulan
Daftar Pustaka
Fardiaz S. 1989. Mikrobiologi Pangan. Pusat Antar Universitas. Bogor : Institut Pertanian Bogor Press
Irianto, Koes. 2007. Mikrobiologi Menguak Dunia Organisme Jilid 1. Bandung : CV. Yrama Widya
Tim Dosen Biologi. 2009. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Umum. Surabaya : Universitas Airlangga
Waluyo, Lud. 2007. Mikrobiologi Umum. Malang : UMM Press


















Laporan Praktikum                                    Hari/Tanggal : Sabtu/12 November 2011
Mikrobiologi Waktu                                  : 09.00 – 10.40 WIB
                                                                  Asiten             : Harry Noviardi, M.Si
                                                                                           M. Arif Mulya, S.Pi
                                                                  PJP                 : Rina Martini, M.Si


UJI MIKROBIOLOGI PADA BERBAGAI SUMBER AIR



Oleh :
Ayu Pangestu                                            J3L 110085




logo-ipb.png




PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA
DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2011

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar